Blog & Article

Beranda Blog

Game sebagai Media Pembelajaran

Anak-anak suka banget main game. Kadang kalau main game suka lupa waktu, susah berhentinya, bikin pusing deeh...


Kurang lebih begitulah, Siti Fitriyah atau akrab juga dikenal IPUT ini membuka sharing bagaimana menggunakan game di gadget dan PC sebagai alat pembelajaran yang tak terduga dan ilmiah.


Mamsand Paps, kepada #123What'sUpMam ini, Iput yang bekerja sebagai ilustrator lepas, konseptor, pengajar workshop anak dan dewasa ini mengaku dilema antara sebel, kesel, dan khawatir tapi ingin anak anteng. Ia pun jungkir balik berpikir keras agar game yang dimainkan anaknya tidak sekedar permainan yang membuat kecanduan.


Nah, ternyata ada beberapa game keren yang ternyata bisa disinergikan dengan materi belajar lho, Mams and Paps. Ada game di handphone dan PC yang bisa dipakai untuk belajar. Berikut beberapa contohnya:

Game Dumb ways to die. Menurutnya, game ini bisa dimainkan untuk semua usia dari anak-anak sampai dewasa. Dalam game ini banyak nilai yang bisa disampaikan ke anak, stay save dengan mematuhi aturan. Iput mencontohkan berdirilah di garis aman ketika menunggu kereta jika tidak game over. Bersabarlah di pintu perlintasan kereta api, jika menyerobot permainan akan berakhir, jika karakternya dibiarkan melewati garis aman di stasiun kereta maka akan tertabrak, dan lain-lain.


Game Spore. Ini adalah game PC. Berbasis teori evolusi dari makhluk sel satu berevolusi menjadi peradaban antar galaksi. Game ini dimulai dari kehidupan makhluk bersel satu yang harus bertahan hidup agar bisa berevolusi menjadi makhluk yang lebih tinggi. Anak bisa belajar tentang rantai makanan, evolusi, genetik, peradaban primitive sampai menjadi makhluk anggota perserikatan antar galaksi.


Game ini memang sangat kompleks, tapi asyik dimainkannya. Dengan mudah kita bisa menyampaikan pelajaran yang berkaitan pada anak. Misalnya genetika dan hereditas, time line peradaban manusia dari purba, mengenal tools, tribes, kerajaan, malah sampai demokrasi antar galaksi. Selain itu ada sanbox-nya juga, anak bisa melakukan percobaan genetik dan hereditas dengan mix and match anggota tubuh yang menghasilkan perbedaan ras, suara, bahasa bahkan budaya. Ada juga percobaan mix and match teknologi yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan. Kita bisa bongkar pasang mendisain rumah, pesawat, dan alat transportasi antar galaksi lainnya. Dengan game ini kita bisa mengenalkan dan juga mendapatkan logika hereditas, logika sejarah peradaban sehingga kita membahasnya dalam pelajaran mereka mengerti dengan mudah.


Game sejarah peradaban manusia. Ada dua pilihan, civilization dan the age of empire. Game yang berta sejarah manusia sejak kerajaan sampai ke tatanan manusia modern. Game ini dimainkan berdasarkan sejarah kerajaan-kerajaan dan tokoh pemimpin dunia. Mulai dari John the Arc, Alexander the Great, Ottoman, Gajah Mada, Sultan Sulaiman I, Cecar, Jengis Khan, dll.


Sebenarnya game ini dimainkan untuk dewasa, karena permainannya kompleks melibatkan permainan strategi pengelolaan sebuah kerajaan bangsa tertentu. Seperti mengelola sebuah negara, dalam game ini kita juga harus mengatasi problem sebuah negara, ekonomi, keamanan, sandang pangan papan, politik, budaya, rakyat, juga agama.


Dengan memainkan game ini anak mendapatkan logika utuh dalam sejarah sebab dalam permainan ini kita menjadi pelaku sejarah. Timeline sejarah jelas yang utuh dari awal sampai akhir. Dan mereka mengerti kenapa kerajaan itu bisa runtuh dan terjajah bahkan menghilang dari peta dunia.


Game Mahardika. Ini adalah game papan berdasarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya. Dalam game ini kita menjadi tokok pelaku sejarah bangsa kita sendiri. Apa saja yang terjadi, kontribusi apa yang diberikan oleh sang tokoh yang kita mainkan. Kita bisa jadi Bung Karno atau Bung Hatta, juga bisa memilih menjadi Jendral Soedirman, Tjokro Aminoto atau pahlawan lainnya.
   


Mams and Paps, game-game tersebut bisa menjadi media  pembelajaran yang menarik tapi mungkin juga hanya akan sekedar permainan. Karena itu, dari semua game tersebut yang paling penting adalah pendampingan dan diskusi setelahnya. Pada sesi ini adalah kekuasaan orang tua menentukan arah pakai data dari game itu.


"Pendampingan penting agar pesan yang dimaksud dengan jelas sampai ke anak."


Tanpa pendampingan, bisa jadi anak menangkap pesan yang berbeda lho. Mereka bisa jadi hanya mendapatkan kesenangan reaksi bukan pesan yang sebenarnya. Jadi ketika menghadapi masalah yang sama di dunia nyata masih saja gagap, tidak bereaksi seperti yang seharusnya. 


"Pendampingan menjadi penting karena menjaga anak ada pada trek yang kita inginkan."


Game sesederhana dan senaif Dumb Ways to Die jika tanpa pendampingan bisa berhenti di percobaan reaksi sebab akibat saja berakhir dengan mem-bully karakter game-nya saja padahal pesan sebenarnya penting dan sangat baik.


"Jangan lupa ketika memilih game untuk anak kita sadar rating. Sehingga sebaiknya dicoba dulu sebelum diberikan ke anak."

Mams and Paps bisa bermain terlebih dahulu sehingga tahu cara menggunakannya untuk kebaikan anak-anak. Dan, orang tua yang tahu dan main game itu tampak keren dimata anak sendiri dan temannya.

Selamat main game :)



Resep/media

image not avilable


Artikel terbaru

image not avilable

Game sebagai Media Pembelajaran

image not avilable

Pembatasan Penggunaan Gadget Dengan Bantuan…

image not avilable

Boardgame; Alternatif Mainan Anak Indoor

Berita/Kegiatan

image not avilable

Kopdar Innerself Healing

image not avilable

Penyuluhan dan seminar

image not avilable

Kegiatan 1

Lorem Ipsum

On the other hand, we denounce with righteo On the other hand, we denounce

You may also like

Checkout and enjoy the biggest unlimited possiblities