Blog & Article

Beranda Blog

Bagaimana Melindungi Anak Bersosial Media dengan Aman?

Mams and Paps, pernah menjumpai anak yang lebih sering menghabiskan waktu di depan gadget untuk bersosial media? Atau mungkin sebagai orang tua, Anda mengalaminya secara pribadi?


Sebagai orang tua, kita tidak bisa mendiamkan begitu saja. Sebagai contoh melalui sosial media misalnya, Facebook, Twitter, dan Instagram, anak bebas mem-posting foto-foto mereka. Hal ini seperti yang dialami teman dari psikolog Melisa "Chinonk" Y, M. Psi. Tentu saja sebagai orang tua pasti khawatir ketika anak meng-upload foto mereka saat berada di manapun dan kapanpun.


Melisa mengatakan foto-foto yang diunggah ke media sosial berpotensi untuk digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Maraknya kasus penculikan anak maupun kejahatan lainnya tak jarang yang bermula dari asyiknya bermain sosial media ini. Untuk itu, Mams and Paps harus memproteksi anak dalam menggunakan sosial media dengan aman. 


Untuk melindungi anak dari kriminalitas di sosial media, Ahli Security Consultant, Ali Ahmadi, MT, CEH, berbagi tips untuk Mams and Paps:

1. Saat membuat akun perhatikan privacy policy; term of use

Menurutnya privacy policy ini pisau bermata banyak. Mams and Paps dapat mencontreng atau memilih akun bisa disebar kemana saja. Jadi saat membuat akun kita harus melihat term of use-nya. Melalui privacy policy ini sebagai orang tua, kita bisa mengawasi media sosial anak. Kita harus aware akun akan diapakan oleh media sosial, kalau kita abai, bisa-bisa akun akan dijual oleh sosial media tersebut. Tidak mau kan, Mams and Paps?

2. Atur privacy settings di pertemanan

Secara pribadi Mams and Paps dapat mengatur privacy settings. Kebanyakan anak kecil tidak peduli pada pengaturan privacy ini. Bagi mereka yang terpenting bisa meng-update status atau meng-upload foto. Nah, sebagai orang tua kita harus peduli. Sayangnya, banyak yang belum peduli terhadap pengaturan ini. Padahal Mams and Paps bisa mengatur siapa yang boleh melihat postingan atau dari sisi akun sendiri siapa yang boleh meng-invite, apakah teman, temannya teman atau bahkan publik. 

3. Saat posting, perhatikan privacy settings di postingan kita, isi postingan (termasuk geotagging)

Banyak dari kita yang belum mengoptimalkan fungsi pengaturan. Misalnya, saat upload foto, apakah bisa dilihat oleh papa, mama, dan teman saja. Untuk itu Mams and Paps jangan malas meluangkan sedikit waktu untuk mengecek akun sosial media anak. 


Selain itu, Mams and Paps harus memberi contoh kalau ingin anak menjaga privasi. Caranya bisa dengan mengajak ngobrol anak saat posting, misalnya "Nak, Papa mau meng-upload foto ini, yang boleh melihat cuma Mama sama kamu...". Sebagai orang tua juga harus memberi tahu agar anak mematikan geotagging saat memotret agar lokasi tidak diketahui umum. Lalu, jangan sungkan menasehati anak supaya tidak sering-sering upload apalagi menginformasikan lokasi ke publik.


Nah, itu dia Mams and Paps tips mengamankan sosial media anak. Semoga bermanfaat. 


Resep/media

image not avilable


Artikel terbaru

image not avilable

Game sebagai Media Pembelajaran

image not avilable

Pembatasan Penggunaan Gadget Dengan Bantuan…

image not avilable

Boardgame; Alternatif Mainan Anak Indoor

Berita/Kegiatan

image not avilable

Kopdar Innerself Healing

image not avilable

Penyuluhan dan seminar

image not avilable

Kegiatan 1

Lorem Ipsum

On the other hand, we denounce with righteo On the other hand, we denounce

You may also like

Checkout and enjoy the biggest unlimited possiblities